Pengantar Teknologi Informasi

1. Sejarah Teknologi Informasi

  • Masa Pra-Sejarah ( … s/d 3000 SM)

Teknologi  informasi pada masa pra-sejarah digunakan  sebagai  sistem  untuk  mengenal bentuk-bentuk yang  ingin deketahui yang kemudia informasi  yang sudah didapatkan  digambarkan  pada  dinding-dinding  gua  atau  tebing-tebing  bebatuan.  Hal tersebut sudah menjelaskan bahwa pada msa pra-sejarah sudah memiliki kemampuan  mengidentifikasi  benda-benda  yang  ada  disekitar  lingkungan dan mepresentasikannya dengan cara melukiskan pada dinding gua atau tebing batu. Perkembangan  selanjutnya  pada masa pra-sejarh adalah mulai  menggunakan  alat-alat  yang  menghasilkan  bunyi  dan  isyarat,  seperti  gendang,  terompet  yang  terbuat  dari  tanduk  binatang,  isyarat  asap  sebagai teknologi informasi yang bertujuan untuk memberi peringatan terhadap  keadaan tertentu seperti keadaan bahaya.

Gambar pra-sejarah yang terdapat di dinding gua sebgai salah satu interferensi teknologi informasi pada masa pra-sejarah.


  • Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)

Teknologi  informasi terus  berkembang seiring dengan bertambahnya tahun. Pada masa sejarah masayarakat  kalangan  atas  seperti  para  kepala  suku  atau  kelompok yang hanya dapat menggunakan teknologi informasi seperti yang digunakan pada kegiatan tertentu seperti upacara, dan ritual. Teknologi informasi belum digunakan secara masal  seperti yang kita kenal sekarang ini.

  • Masa Tahun 3000 SM

Pada  masa ini orang mulai mengenal simbol atau tulisan dan ditemukan pertama kali  simbol  untuk  informasi,  digunakan  oleh  Bangsa  Sumeria.  Tulisan  yang  digunakan  waktu  itu  berupa  simbol-simbol  yang dibentuk  dari  pictograf  sebagai huruf.  Simbol  atau  huruf-huruf  yang  digunakan  sudah  mempunyai  bunyi  yang  berbeda  dalam  penyebutannya untuk setiap bentuk, sehingga sudah mampu membentuk kata, kalimat  dan bahasa.

Simbol Pictograf


  • Masa Tahun 2900 SM

Pada  masa  ini  ditemukan  bahwa  Bangsa  Mesir  Kuno  sudah  mengenal  dan  menggunakan  huruf  yang  disebut  Hierogliph.  Huruf  hierogliph  sudah  merupakan  bahasa  simbol  untuk  sebuah  ungkapan.  Untuk  setiap  ungkapan  dinyatakan  dengan  simbol  yang berbeda,  dan  apabila  digabungkan menjadi  satu maka  akan mempunyai  cara  pengucapan  dan  arti  tersendiri.  Bentuk  tulisan  dan  bahasa  hierogliph  ini  lebih  maju dan lengkap dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.

Bahasa hieroglyph

 

  • Masa Tahun 500 SM

Pada  masa  ini  manusia  sudah  mengenal  media  untuk menyimpan informasi  yang lebih baik dengan serat pohon. Serat papyrus yang  berasal  dari  pohon  Papyrus  yang  tumbuh  disekitar  sungai  nil  ini  dijadikan  media  menulis/media  informasi  pada  masa  itu.  Serat  papyrus  lebih  kuat  dan  fleksibel  dibandingkan  dengan  lempengan  tanah  sebagai  media  informasi yang sebelumnya digunakan. Selanjutnya  serat  papyrus merupakan cikal bakal media yang kita kenal sekarang ini yaitu media kertas.

Serat  papyrus


  • Masa Tahun 1455

Masa  ini  ditandai  dengan  upaya  menciptakan  mesin  cetak.  Pasa  masa  ini  manusia  sudah  menggunakan  mesin  cetak  yang  berupa  plat  huruf  yang  tebuat  dari  besi.  Kemudian  plat  tersebut  diganti  dengan  bingkai  yang  tebuat  dari  kayu  yang  dikembangkan dikembangkan untuk pertama kali oleh Johann Gutenberg.

Mesin cetak Gutenberg

 

  • Masa Tahun 1800-an

Pada  tahun  1830  orang  sudah  mengenal  program  komputer.  Augusta  Lady  Byron    untuk  yang  pertama  menulis  program komputer  yang  berkerjasama dengan  Charles  Babbage  menggunakan  mesin  analytical.  Mesin  analytical  dengan  programnya  didesain  untuk  mampu  menerima  data,  mengolah  data  dan  menghasilkan  bentuk  keluaran dalam sebuah kartu. Selanjutnya  mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer  digital  yang  pertama  walaupun  cara  kerjanya  lebih  bersifat  mekanis  dari    bersifat  digital. Mesin ini merupakan cikal bakal komputer digital pertama ENIAC I  pada  94  tahun kemudian.

ENIAC I

 

  • Masa Tahun 1900-an

Tahun 1923 Zvorkyn menciptakan tabung TV (Televisi) yang pertama. Tahun  1940  dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa  perang  dunia  II  yang  dipergunakan  untuk  kepentingan  pengiriman  dan  penerimaan  dokumen-dokumen  militer  yang  disimpan  dalam  bentuk magnetic  tape.  Tahun  1945  Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan hypertext.  Tahun  1946    komputer  digital pertama  didunia  yaitu  ENIAC  I  dikembangkan. Tahun  1948   para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.  Tahun 1957 Jean Hoerni  mengembangkan  transistor  planar.  Teknologi  ini  memungkinkan  pengembangan  jutaan  bahkan  milyaran  transistor  dimasukan  kedalam  sebuah  keping  kecil  kristal  silikon. – USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan sputnik sebagai satelit bumi buatan  yang  pertama  yang  bertugas  sebagai  mata-mata.  Sebagai  balasannya  Amerika  membentuk  ARPA    (Advance  Research  Projects  Agency)  dibawah  kewenangan  Departemen  Pertahanan  Amerika  untuk  mengembangkan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  informasi  dalam  bidang  militer.  Tahun  1962    Rand  Paul  Barand,  dari  perusahaan  RAND,  ditugaskan  untuk  mengembangkan  suatu  sistem  jaringan  desentralisasi  yang mampu mengendalikan  sistem  pemboman dan peluncuran peluru  kendali  dalam  perang  nuklir.  Tahun  1969    sistem  jaringan  yang  pertama  dibentuk  dengan  menghubungkan  4  nodes  (titik),  antara  University  of  California,  SRI  (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah dengan  kekuatan  50Kbps.  Tahun  1972    Ray  Tomlinson  menciptakan  program  e-mail  yang  pertama.

Program  e-mail  yang  pertama

 

2. Manusia Dan Teknologi Informasi

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Atas kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan membuat sebuah sistem dan alat untuk saling berinteraksi mulai dari bentuk gambar, isyarat, kata-kata, kalimat, tulisan, sampai dengan internet. Perkembangan sistem informasi dalam kehidupan manusia berkembang bersama dengan peradaban manusia yang semakin maju sampai kita menganal istilah IT (Information Technology). IT atau Teknologi Informasi terus dikembangkan dari informasi sederhana sampai informasi strategi.

Mungkin dulu sebelum adanya perkembangan teknologi informasi seseorang harus berjalan jauh atau mengirim surat untuk melakukan diskusi dengan seseorang terhadap suatu masalah, tapi sekarang terjadi perbedaan yang sangat jauh dimana seseorang dapat berdiskusi melalui media diinternet dengan cepat dan tanpa melakukan perjalanan jauh bahkan kedua orang tersebut terpisah jarak yang sangat jauh.

Hal yang berbeda tersebut yang menjadikan adanya hal yang menjadikan teknologi informasi menjadi hal penting dan beemanfaat bagi manusia. Walaupun dapat kita katakana bahwa dengan mengirim surat merupakan aplikasi dari teknologi informasi yang ditemukan oleh manusia, tapi disini terdapat perbedaan kedudukan antara teknologi informasi sendiri. Dengan kata lain terjadi perubahan teknologi informasi konvensional ke teknologi informasi modern. Ada beberapa perbedaan antara teknologi informasi konvensional dan teknologi informasi modern, antara lain :

  1. Teknologi informasi modern membutuhkan wakru yang relative singkat, mudah, lebih terbuka dan fleksibel karena bersumber dari sesuatu yang berbasis elektronika seperti internet yang mudah di akses oleh siapapun dan dimanapun. Sedangkan Teknologi informasi konvensional membutuhkan waktu yang relatif lama karena bersumber pada sesuatu yang bersifat nyata, contohnya bersumber dari buku.
  2. Teknologi Informasi modern relatif lebih murah dibandingkan teknologi informasi konvensional. Karena dengan teknologi informasi modern kita dan dapat mengakses apa saja, kapan saja, oleh siapa saja, dan dimana saja tanpa batasan jarak/lokasi. Sedangkan teknologi tnformasi konvensional dalam mendapatkannya masih mengalami keterbatasan.
  3. Teknologi Informasi modern merupakan perpaduan antara metode tatap muka dengan metode online (via internet dan berbagai pengembangan teknologi informasi lainnya. sedangkan teknologi informasi konvensional cenderung menggunakan metode tatap muka .
  4. Teknologi informasi modern  memiliki sifat berkembang sesuai zaman dan perkembangan teknologi. Dengan demikian informasinya sangat bervariasi dan tidak hanya terpaku pada sumber yang sama. Contoh sumber yang berinovasi seperti adanya CD Tutorial, E-Book ataupun buku-buku online lainnya yang dapat di akses kapanpun. Sedangkan Teknologi informasi konvensional informasinya masih bersifat sama atau mengulang-ulang dalam mengembangkan informasi itu sendiri dan seni mengajarnya,  dan biasanya merupakan buku dan catatan yang sama sepanjang tahun.

Perkembangan teknologi informasi sangat berdampak pada beberapa bidang penting dalam kehidupan. Sehingga bidang tersebut menjadi berkembang seiring berkembangnya teknologi informasi. Bidang yang paling dominan memicu perkembangan teknologi informasi adalah :

a.       Bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan merupakan salah satu kegiatan informasi. Pendidikan memberikan informasi pengetahuan dan teknologi yang dpaat disebarluaskan kepada peserta didiknya.

Pengaruh dari Teknologi informasi dan komunikasi terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi ada lima pergeseran di dalam proses pembelajaran yaitu:

  1. Pergeseran dari pelatihan ke penampilan,
  2. Pergeseran dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
  3. Pergeseran dari kertas ke “on line” atau saluran,
  4. Pergeseran fasilitasfisik ke fasilitas jaringan kerja,
  5. Pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.

Interaksi  antara pendidik  dan peserta didik tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Dengan perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh menggunakan media internet untuk menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dengan pendidikannya, melihat nilai peserta didik secara online, melihat jadwal kuliah, sampai mengirim berkas tugas, dan sebagainya.

Dengan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web  dapat dikembangkan antara lain :

  1. Pusat  kegiatan  peserta  didik  ;  sebagai  suatu  community  web  based  distance  learning  dapat  menjadikan  sarana  ini  sebagai  tempat  kegiatan  peserta  didik dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan  sebagainya.
  2. Interaksi dalam grup; para peserta didik dapat berinteraksi satu sama lain untuk  mendiskusikan  materi-materi yang diberikan  pendidik. Pendidik    dapat hadir  dalam  group  ini  untuk  memberikan  sedikit  ulasan  tentang  materi  yang  diberikannya.
  3. Sistem administrasi peserta didik ; para peserta didik dapat  melihat informasi  mengenai status, prestasi dan sebagainya.
  4. Pendalaman  materi  dan  ujian;  pendidik  dapat  mengadakan  kuis  singkat  dan  tugas  untuk  pendalaman  dari  apa  yang  telah  diajarkan  serta  melakukan  test  pada akhir masa belajar.
  5. Perpustakaan  digital;    berbagai  informasi,    kepustakaan  tidak  terbatas  pada  buku tapi  juga pada kepustakaan  digital seperti  suara, gambar dan  sebagainya  yang ditunjang dengan database.
  6. Materi  online  diluar  materi  kuliah;  untuk  menunjang  perkuliahan,    tentu  diperlukan  juga  bahan  bacaan  dari  web  lainnya.  Pendidik    dan  peserta  didik  dapat  langsung  terlibat  memberikan  bahan  lainnya  untuk  di  publikasikan  kepada peserta didik lainnya melalui web.
  7. Di Negara maju, pendidikan jarak jauh telah menjadi alternative pendidikan yang cukup berhasil. Karena peserta didik yang mengikuti pendidikan jarak jauh diikuti oleh berbagai kalangan seperti, karyawan, eksekutif, ibu rumah tangga, sampai orang lanjut usia.

b.      Bidang Pemerintahan

Dalam bidang pemerintahan penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan baru seperti (G2C (Goverment to Citizien), G2B (Government to Buisness), dan G2G (Government to Goverment). Penggunaan teknologi informasi dalam bidang pemerintahan biasa disebut e-government.

Manfaat e-government antara lain :

  1. Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan 24 jam sehari tanpa harus mendatangi kantor atau tempat belajar.
  2. Peningkatan  hubungan  antara  pemerintah,  pelaku  bisnis,  dan  masyarakat  umum,  adanya  keterbukaan  (transparansi)  maka  diharapkan  hubungan  antara  berbagai  pihak  menjadi  lebih  baik,  keterbukaan  ini  menghilangkan  saling  curiga dan kekesalan dari semua pihak.
  3. Pemberdayaan  masyarakat  melalui  informasi  yang  mudah  diperoleh.  Dengan  adanya  informasi  yang  mencukupi,  masyarakat  akan  belajar  untuk  dapat  menentukan  pilihannya.  Sebagai  contoh,  data-data  tentang  sekolah:  jumlah  kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan  secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas  untuk anaknya.
  4. Pelaksanaan  pemerintahan  yang  lebih efisien.  Koordinasi  pemerintahan  dapat  dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Untuk  Indonesia yang  luas areanya sangat besar, hal ini sangat  membantu. Tanya jawab, koordinasi,  diskusi  antara  pimpinan  daerah  dapat  dilakukan  tanpa  kesemuanya  harus  berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta  untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.

Tuntutan  masyarakat  akan  pemerintahan  yang  baik  sudah  sangat  mendesak  untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah  keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan  informasi  terutama  yang  berhubungan  dengan  pelayanan  publik.

c.       Bidang Ekonomi / Perbankan

Di bidang ekonomi / perbankan juga sekarang sudah menggunkaan teknologi informasi dalam pelayanannya untuk meningkatkan pelayanan agar lebih baik. Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang  tidak  lagi  menggunakan  uang  tunai  dalam  transaksi  pembayarannya,  tetapi  telah  memanfaatkan  layanan  perbankan  modern.

Untuk menunjang keberhasilan  operasional  sebuah  lembaga  keuangan/perbankan  seperti  bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan  mudah  oleh  nasabahnya,  yang  pada  akhirnya  akan  bergantung  pada  teknologi  informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia  berada selama masih ada layanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dari bank tersebut,  atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening  yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.

3. Masa Depan Teknologi Informasi

Sekarang teknologi informasi sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Pekerjaan yang tadinya sulit dan memakan waktu lama, sekarang dengan teknologi informasi menjadi mudah dan cepat.

Teknologi informasi sangatlah membantu dalam pekerjaan termasuk hal yang sehari-hari kita lakukan. Sebagai contoh dalam bidang ekonomi, dulu ketika kita membeli keperluan sehari-hari dan akan membayarnya kita menggunakan uang tunai. Sekarang uang tunai sudah bida digantikan dengan Credit Card sehingga memudahkan dalam proses pembayaran. Selaian itu penghitungan pembayaran dulu masih memakai kalkulator, sekarang untuk mempermudah penghitungan sudah menggunakan aplikasi software di computer kasir yang menjadikan penghitungan menjadi mudah dan teroganisir. Contoh lain di bidang pendidikan misalnya dalam pengjaran. Seseorang yang ingin belajar harus mempunyai guru atau pengajar. Bagaimana bila guru tersebut mempunyai rumah yang sangat jauh? Apakah mungkin dapat belajar kepada guru tersebut? Mungkin bisa jika melakukan perjalan yang sangat jauh menuju rumah guru.

Tapi sekarang dengan adanya teknologi informasi proses pembelajaran menjadi mudah tanpa batasan jarak. Sebagai contoh dengan menggunakan media e-learning seseorang dapat belajar walaupun terpisah dengan jarak yang jauh. Seorang pendidik akan bisa memberikan materi pelajarannya kepada peserta didik walapun tidak bisa hadir di sekolah atau mahasiswa yang dapat mengumpulkan tugas lewat media email kepada dosen yang bersangkutan.

Hal diatas telah menjelaskan bahwa kehidupan manusia sudah sangat akrab dengan teknologi informasi yang telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi pekerjaan sehingga meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Jika dibandingakan penemuan teknologi informasi terdahulu dengan sekarang terdapat perubahan yang sangat pesat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk tahun-tahun kedepan akan terjadi perkembangan lebih pesat dengan penemuan-penemuan yang terbaru dari teknologi informasi. Misalnya 20 tahun yang akan datang penggunaan media yang berbasis internet sudah dapat digunakan disegala daerah atau hardware yang sekarang dikatakan mahal nantinya menjadi hal yang biasa digunakan sebagai bagian dari kehidupan manusia. Bahkan proyeksi virtual secara 3 dimensi menjadi penemuan yang akan datang, sehingga menjadikan teknologi informasi semakin maju dan canggih.

4. Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi

A.    Dampak Positif

  • Membantu dalam bidang pendidikan, seperti adanya e-learning. Dengan mudahnya meng-akses internet dimanapun maka proses pembelajaran akan terjadi dimanapun selama internet dapat di akses. Selain itu peserta didik bukan hanya dari kalangan siswa atau mahasiswa, tetapi ibu-ibu rumah tangga atau orang lanjut usia sekalipun dapat mengikuti proses pembelajaran yang dilaksanakan secara online. Dan masih banyak hal yang menguntungkan serta bermanfaat dari perkembangan teknologi informasi.
  • Membantu dalam bidang pemerintahan, sehingga terciptanya G2C  (Governmet  to  Citizen),  G2B  (Government  to  Business),  dan  G2G  (Government  to  Government. Kemudian informasi mengenai pemerintahan dapat di ketahui oleh masyrakat secara transparan dan dapat diakses oleh siapapun, sehingga terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat sendiri. Selain itu pelaksanaan pemerintah menjadi lebih efektif dan efisien. Dan masih banyak hal yang menguntungkan serta bermanfaat dari perkembangan teknologi informasi.
  • Membantu dalam bidang ekonomi / perbankan, menjadikan pelayanan terhadap masyarakat yang ikut serta dalam perbankan menjadi di mudahkan dan cepat. Sebagai contoh sebuah mesin ATM dapat menjadi hal penting ketika seorang nasabah membutuhkan uang ketika kantor bank tutup. Selain itu proses pembayaran yang mengharuskan mengeluarkan uang dengan nominal banyak menjadi mudah ketika menggunakan Creadit Card, dan masih banyak hal yang menguntungkan serta bermanfaat dari perkembangan teknologi informasi. Dan masih banyak hal yang menguntungkan serta bermanfaat dari perkembangan teknologi informasi.
  • Membantu dalam bidang kesehatan, dengan bantuan teknologi informasi saat ini memungkinkan dokter dapat terbantu dengan system alat yang dapat mengidentifiaksi tumor atau penyakit lain hanya dengan penyinaran sinar-x. Selain mengidentifikasi dapat juga membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
  • Membantu dalam bidang umum, adanya kemudahan dalam mengerjakan suatu kegiatan secara cepat, tepat, dan akurat sehingga dapat meningkatkan kinerja. Komputer ada di mana-mana, semakin portable dan mobile. Ketersediaan jaringan internet sangat tinggi karena itu akses terhadap informasi dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Dengan teknologi informasi dan komunikasi semua proses kerja dan konten akan diubah dari bentuk fisik dan statis menjadi digital, mobile, virtual ataupun personal sehingga  kecepatan kinerja bisnis meningkat dengan cepat.

B.     Dampak Negatif

  • Terekspose berita yang bersifat privacy seseorang tapi dapat di ketahui oleh orang lain, dan menjadi hal yang biasa.
  • Pornografi dapat mudah diakses.
  • Terjadi penipuan karena dapat secara cepat berkenalan dengan orang lain tanpa tahu siapa orang tersebut.
  • Terjadi perjudian dengan bermacam media berbasis internet.
  • Tayangan kekerasan atau kejahatan dapat di akses mudah.

Sumber
http://apadefinisinya.blogspot.com/2009/01/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan.html
http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/05/pentingnya-teknologi-informasi-dalam.html
http://ihsanyanuar.blog.upi.edu/2010/11/07/dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-terhadap-aktivitas-pendidikan/
Buku Pengantar Teknologi Informasi karya Pak Wawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s